Tahun baru adalah kesepakatan manusia untuk mengakhiri dan memulai momentum perjalanan waktu.
Momentum adalah tonggak, dan tonggak bukan bagian dari perjalanan hidup. Tonggak itu tak bergeming ketika waktu telah melompat.
Tonggak itu berhiaskan lampion berwarna-warni. Manusia berduyun-duyun ingin menyaksikan keindahannya saat tonggak itu memancarkan kembang api, memperdengarkan tiupan sangkakala akhir tahun. Mereka menuliskan permintaan kepada Tuhan, supaya lebih kaya, lebih sehat, lebih baik dan panjang umur. Namun sayang, hanya segelintir saja yang menangis karena bekal takwa yang dia bawa belum cukup untuk dibawa mati.
Ketika waktu telah meninggalkan tonggak itu, suasana kembali lengang. Orang-orang kembali dalam buaian dan kembali melupakan pekikan nuraninya yang tak henti-hentinya meniupkan sangkakala pengingat, bahwa tonggak yang sebenarnya adalah saat kematian menjemput. Saat orang tidak mampu lagi meminta Tuhan untuk mengabulkan keinginannya.
Tahun demi tahun akan terus berlalu. Bumi dan langit tidak pernah peduli dengan perayaan itu. Mereka akan terus datang dan pergi memutar kehidupan dan membawa keindahan dan bencana. Dan orang yang terlena dalam pusaran kehidupan itu, tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali wajah yang menua, tubuh yang merapuh dan pikiran yang memikun.
Namun, ada seseorang yang paham betul bagaimana sebaiknya kehidupan ini dijalani. Dia bernama hati nurani. dia selalu menyertai orang-orang pergi, dia selalu memberikan nasehat. Bahwa kehidupan harus dijalani dengan suka cita, bukan dengan kesenangan. Bahwa kegagalan dan sukses hanyalah tonggak-tonggak yang akan berlalu, bukan kendaraan.
Berdialoglah dengan hati nurani, dia akan membuatmu bersyukur saat gembira, membuatmu sabar saat sedih. membangunkanmu saat malas, memberikan pilihan dalam setiap dilema. Dan dia sangat kejam terhadap putus asa.
Jangan biarkan hati nuranimu kotor oleh pikiran dan nafsumu. Bersihkanlah dengan helaan nafas di malam yang senyap, kilapkan dengan lapar dan kantuk. Dan sucikan dengan takwa...
Desa Pandan, 1 Januari 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar